Non scholae, sed vitae discimus

Apa Makna Non scholae, sed vitae discimus?

Menurut Wikipedia, kalimat ini berasal dari bahasa Latin dan berarti: “Kita belajar bukan untuk sekolah, melainkan untuk hidup.” Kutipan ini berasal dari Seneca, seorang filsuf Romawi, dalam karyanya Epistulae Morales ad Lucilium (Surat Moral kepada Lucilius), bagian 106:11–12. Dalam tulisan tersebut, Seneca melontarkan kritik terhadap sekolah-sekolah filsafat pada masanya yang terlalu fokus pada teori dan formalitas, bukan pada esensi kehidupan.


Refleksi Pribadi tentang Belajar untuk Hidup

Pada Desember 2014, saya pernah menyampaikan pemikiran yang sejalan dengan filosofi belajar ini. Ketika melihat teman saya mengunggah status tentang pepatah ini, saya merasa bahwa saya berada di jalur yang benar:

Belajar bukan untuk nilai, tapi untuk hidup.


Belajar demi Nilai atau demi Hidup?

Kita sering melihat bahwa dalam sistem pendidikan kita, nilai menjadi prioritas utama. Akibatnya, banyak pelajar hanya fokus pada hasil, bukan proses belajar itu sendiri. Tidak peduli bagaimana nilai itu diraih—yang penting nilai bagus.

Apakah nilai tinggi itu buruk?
Tentu saja tidak. Namun, jika nilai tinggi menjadi satu-satunya tujuan, kita bisa melupakan esensi dari belajar, yaitu memahami ilmu untuk kehidupan nyata. Ini yang disebut dengan pergeseran substansi. 😄


Ilmu yang Meresap atau Nilai yang Tinggi?

Suatu hari, saya bertanya kepada teman saya: Mana yang lebih penting, ilmu yang meresap atau nilai tinggi?
Jawabannya adalah: Keduanya penting.

Idealnya, kita memahami ilmu dengan baik, sehingga konsep-konsepnya meresap dalam pikiran dan hati. Ketika ilmu sudah dikuasai, nilai bagus akan mengikuti. Saya sering berpikir: “Yang penting kita mengerti, nilai akan datang sendiri.”

Namun, ada juga sisi buruk dari cara berpikir ini. Beberapa orang mungkin berkata:

“Ah, nda penting kwa tu nilai, yang penting torang mangarti.”

Kalimat ini kadang menjadi alasan untuk bermalas-malasan. Jika kita benar-benar mengerti, tentu itu bagus. Tapi bagaimana jika ternyata kita tidak benar-benar paham dan hanya mencari alasan? Ini adalah saat untuk malu dan memperbaiki diri agar lebih baik.


Kesimpulan: Belajar dengan Baik, Nilai Akan Mengikuti

Filosofi yang tepat adalah: Belajar dengan baik = Nilai yang baik.

Belajar baik adalah kebanggaan pribadi karena kita belajar untuk kehidupan. Nilai baik adalah bentuk tanggung jawab yang bisa kita tunjukkan kepada orang tua. Namun, saya juga tahu bahwa beberapa orang tua lebih fokus pada perkembangan kemampuan anak daripada sekadar nilai akademis.

Jadi, kita belajar bukan hanya untuk sekolah, tapi untuk hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *