Kesibukan, rutinitas tanpa henti, belajar, dan bekerja—semua dilakukan demi melanjutkan hidup. Seiring berjalannya waktu, hari-hari berlalu begitu cepat, hingga kita tidak sadar bahwa banyak hal indah mulai terlupakan.


Kenangan Indah di Masa Belia

Ada masa di mana kehidupan terasa lebih ringan dan menyenangkan, saat pikiran belum dibelenggu oleh banyak tanggung jawab. Inilah beberapa momen kecil yang menggambarkan masa-masa belia kita:

  • Setelah sekolah usai, uang jajan baru digunakan, dan kita saling mencari teman. Tentu saja, ini adalah waktu bermain PS (PlayStation), bukan tidur siang. 😄
  • Saat lapar melanda, kami berburu senar, kail, dan cacing. Telaga terlihat begitu menenangkan—itulah saatnya memancing.
  • Ketika pohon mangga berbuah, kami mencari karung dan mengasah pisau—itulah waktunya “mengambil” mangga. 😜
  • Di sore hari, menyiram halaman berdebu atau memaku tiang yang bengkok jadi bagian dari rutinitas—itu semua hanya alasan untuk bermain bola.
  • Tapi jika jemuran belum kering dan kami dilarang bermain bola, mandi di pantai jadi pilihan terbaik.
  • Di malam hari, saat tubuh lelah, ruang tamu disulap jadi arena monopoli.
  • Hari Minggu, waktu bermain lebih panjang. Pagi-pagi sekali, terpal sudah diangkat, bets dan net disiapkan—itulah waktunya main pimpong.
  • Kadang, pantai terasa berbeda di Minggu pagi. Kapal-kapal yang berlabuh menjadi atraksi baru, dan kami tak segan-segan melompat dari atas kapal.
  • Bulan Desember menjadi waktu paling spesial. Peringatan kelahiran Sang Mesias selalu dipenuhi suka cita. Kami berkunjung dari satu rumah ke rumah lainnya, mencicipi kue dan minuman, meski pintu rumah tersebut asing bagi kami.

Kesimpulan

Itulah masa-masa belia—masa di mana hidup begitu dinikmati dan setiap detiknya terasa berharga. Mungkinkah kita bisa mengalaminya lagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *